Self Portrait (Potret Diri) sebagai Representasi Objektif Diri
Self Portrait (Potret Diri) sebagai Representasi Objektif Diri
Sejarah mencatat pada tahun 1839, Robert Cornelius, yakni seorang ahli kimia amatir yang pertama kali mengambil Self Portrait (potret diri). Dia mengambil foto ini dengan melepas tutup lensa, kemudian berlari ke bingkai tempat dia duduk dan berpose selama satu menit. Sekitar 180 tahun kemudian, kita masih berbicara tentang fotografi potret diri ini. Satu hal yang tidak berubah - semua tentang kesadaran diri, eksplorasi rasa dan kontrol atas aspek dalam diri.Kita pun mengenal fotografer dengan karya-karya Self Portrait (potret diri)nya seperti Vivian Maier, Andy Warhol, Jun Ahn, Cindy Sherman,dan banyak lagi lainnya. Kita bisa melihat kreasi visual seolah mereka hidup dan menceritakan narasi mereka sendiri secara langsung. Melintasi batas antara pribadi dan publik sambil menawarkan kepada kita momen-momen intim mereka. Pendekatan mereka yang bervariasi, yang menawarkan sudut dan perspektif yang berbeda, namun meninggalkan banyak pembelajaran hingga saat ini.
Self Portrait (Potret Diri) adalah foto yang diambil dari fisik diri sendiri, baik jelas ataupun simbolik dimana merupakan proyeksi perasaan, ide, minat, ingatan, atau ciri kepribadian diri.
Ada beberapa aspek diri yang biasa dapat muncul dalam self portrait (potret diri) ini, yakni masa lalu, sekarang, atau masa depan ; emosi : negatif atau positif ; kekuatan atau kelemahan diri ; diri seperti yang dilihat oleh keluarga, teman, dan tetangga ; kenangan dan pengalaman yang membuat menjadi diri sendiri ; diri sendiri seperti yang diharap orang lain akan melihat ; hubungan, minat, dan peran diri dalam hidup yang menentukan siapa diri ; tujuan, impian, perubahan, potensi, harapan ideal yang diperjuangkan.
Dalam potret diri, fotografer mungkin dengan sengaja mencoba mengilustrasikannya salah satu aspek diri ini, meskipun fotografer sering tidak secara sadar menyadari segala sesuatu yang diungkapkan dari foto mereka. Potret diri memungkinkan fotografer untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata. Mereka mungkin merasakan pikiran,ingatan, dan emosi identitas mereka selama proses penciptaan foto, serta setelahnya saat melihatnya.
Sekalipun, potret diri dapat mengandung banyak makna, seringkali kontras: namun berkaitan erat dengan kondisi diri, mengandung keragaman rangsangan , pikiran dan perasaan, memiliki hubungan khusus dengan waktu, serta konfigurasi elemen estetika dan formal.
Potret diri adalah representasi diri secara objektif yang ditetapkan oleh ruang dan waktu.
Foto dan Teks : Grace Anata
Comments
Post a Comment